Jumat, 16 Maret 2012

FUNGSI KERAJINAN TANGAN DAN KESENIAN DI SEKOLAH DASAR



Mata pelajaran Kerajinan Tangan dan Kesenian merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan dan perkembangan jiwa siswa. Tujuan mata pelajaran Kerajinan Tangan dan Kesenian adalah untuk mengembangkan sikap, kemampuan (keterampilan dasar), kreativitas, dan kepekaan cita rasa. Adapun ruang lingkup mata pelajaran Kerajinan Tangan dan Kesenian meliputi bahan kajian:
a. Mainan, hiasan, benda pakai, dan pengolahan makanan
b. Gambar, cetak, bentuk, dan penataan
c. Kepekaan unsur-unsur dan kreativitas musik
d. Wiraga, wirama, dan wirasa
Pada dasarnya dalam pembelajaran kerajinan tangan dan kesenian di sekolah dasar terdapat tiga bidang seni yaitu seni rupa, seni musik, dan seni tari/drama. konsep-konsep seni rupa mencakup juga konsep kerajian.

Konsep Pendidikan dan Kerajinan
1. Terdapat dua pendekatan pendidikan seni pada jalur sekolah yakni “seni dalam pendidikan” dan “pendidikan melalui seni”.
2. Pendekatan seni dalam pendidikan adalah sebagai bentuk pendidikan seni sebagai upaya pewarisan dan sekaligus pengembangan atas beragam seni kepada anak didik. Kesenian yang telah dimiliki masyarakat agar tidak punah dan malah berkembang, oleh karena itu anak didik perlu dididik agar pandai dalam bidang seni. Pada gilirannya dapat dihasilkan calon-calon seniman yang handal.
3. Pendidikan melalui seni adalah bentuk pendidikan seni yang digunakan sebagai upaya, sarana, alat atau media pencapaian sasaran pendidikan secara umum. Melalui pendidikan seni diharapkan dapat menghasilkan anak didik yang memiliki keterampilan, kreatif dan inovatif
Fungsi Pendidikan Seni dan Kerajinan
1. Pada kurikulum sekolah dinyatakan bahwa fungsi pendidikan seni (Kertangkes) adalah mengembangkan sikap dan kemampuan siswa agar berkreasi dan menghargai seni.
2. Berdasarkan pernyataan para ahli fungsi pendidikan seni bagi anak adalah sebagai media ekspresi, komunikasi, bermain, pengembangan bakat dan kreativitas.
3. Pendidikan seni dapat digunakan sebagai sarana penyaluran pengungkapan perasaan yang dihadapi anak, menyedihkan atau menyenangkan, kemarahan, ketakjuban dan sebagainya. Maka pendidikan seni memiliki fungsi sebagai media berekspresi.
4. Pendidikan seni dapat digunakan oleh anak untuk menceriterakan kepada orang lain pengalaman-pengalaman yang telah dimiliki. Anak dapat berkomunikasi dengan orang lain melalui karyanya. Oleh karena itu pendidikan seni memiliki fungsi sebagai media komunikasi.
5. Pendidikan seni sebagai media bermain dimaksudkan sebagai wahana penyeimbang kegiatan belajar lain yang lebih memerlukan kemampuan berpikir kritis kepada situasi yang rileks. Pendidikan seni menjadi pendidikan rekreatif, menyenangkan, sesuai dengan karakter anak yang menyukai berbagai bentuk permainan.
6. Setiap orang, termasuk juga anak, memiliki potensi atau bakat alamiah baik yang bersifat umum atau khusus di bidang seni berbeda-beda proporsinya. Pendidikan seni dapat digunakan dalam rangka pemupukan dan pengembangan bakat melalui berbagai aktivitas seni: menggambar, menyanyi, atau menari yang secara alamiah dimiliki oleh anak
7. Pendidikan seni dapat digunakan untuk mengarahkan dan mengembangkan dalam hal penemuan baru (inovatif), menghargai perbe-daan karya orang lain. Pribadi anak yang kreatif dapat digunakan pendidikan seni sebagai wahananya, oleh karena itu pendidikan seni oleh para ahli dinyatakan sebagai bentuk kegiatan pendidikan yang paling efektif bagi pengembangan kreativitas anak.
Ruang Lingkup Pendidikan Seni dan Kerajinan Tangan
1. Pendidikan seni dan kerajinan di sekolah merupakan upaya penanaman nilai-nilai estetis yang bertujuan memberikan pengalaman kreatif dan apresiatif.
2. Ruang lingkup pendidikan seni dan kerajinan adalah meliputi aspek pengetahuan, apresiasi dan pengalaman kreatif.
3. Aspek pengetahuan seni dan kerajinan berkenaan dengan pembahasan karakteristik masing-masing cabang seni yang berkenaan dengan jenis, bahan, alat, teknik, unsur, prinsip desain atau komposisi, corak, dan sejarah perkembangannya.
4. Aspek apresiasi seni berkaitan dengan respons siswa atas karya yang dihadapi. Kegiatan apresiasi dapat dilakukan di dalam atau di luar kelas. Apresiasi di dalam kelas dapat dilakukan dengan apresiasi karya seni rupa, nyanyian, atau tarian teman sekelasnya, pajangan kelas, pemutaran slide, film, kaset, TV, video, dan sebagainya. Sementara apresiasi di luar kelas dapat dilakukan dengan mengunjungi pameran, museum, monumen, candi atau tempat-tempat bersejarah, galeri, studio seni, pusat seni/industri masyarakat, dan pertunjukan-pertunjukan seni lainnya. Kegiatan apresiasi seni ini dalam kurikulum dituangkan dalam pokok bahasan pergelaran.
5. Aspek pengalaman kreatif berkenaan dengan pembelajaran penciptaan atau perbuatan karya seni berlangsung. Praktek berkarya seni rupa, praktek menyanyi dan bermain instrumen, praktek menari adalah persoalan pengalaman kreatif. Oleh karena itu pengalaman kreatif berkaitan dengan penuangan gagasan, pemanfaatan dan penguasaan media, dan penguasaan teknik.

Daftar Pustaka
Kamaril Cut, dkk. 2007. Pendidikan Seni Rupa dan Kerajinan Tangan. Jakarta: Universitas Terbuka
Soemarjadi, dkk. 2001. Pendidikan Keterampilan. Malang: Universitas Negeri Malang
http://KTK.htm/2008/09/e-Library UT
Sumber : pustaka.ut.ac.id/pustaka/online.php

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar