Jumat, 16 Maret 2012

MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBAHASA LISAN


Sub bab: Strategi pembelajaran bahasa lisan dan penerapannya dalam kegiatan berbicara dan dramatisasi kreatif.
Pendahuluan
1.Latar belakang masalah
Keterampilan berbahasa ada empat aspek,yaitu keterampilan berbicara,menyimak menulis,dan berbicara.Dalam berbicara,si pengirim pesan mengirimkan pesan dengan menggunakan bahasa lisan.Dalam mengirimkan pesan,antara lain si pengirim harus memiliki keterampilan dalam melakukan proses encoding. Sebaliknya dalam menerima pesan si penerima harus memiliki keterampilan dalam proses decoding.
Sebagai seorang guru kita memerlukan media bahasa dalam upaya membelajarkan para siswa, dalam menjalani profesi dan kehidupan sehari-hari. Dalam berkomunikasi kita menggunakan keterampilan berbahasa yang telah kita miliki,seberapapun tingkat atau kualitas keterampilan itu.Ada orang yang memiliki keterampilan berbahasa secara optimal sehingga setiap tujuan komunikasinya mudah tercapai. Namun,ada pula orang yang sangat lemah tingkat keterampilannya sehingga bukan tujuan komunikasinya tercapai, tetapi malah terjadi salah pengertian yang berakibat suasana komuunikasi menjadi buruk.Oleh karena itu,kami mencoba menyusun kajian tentang cara meningkatkan keterampilan berbahasa lisan.
2.Rumusan Masalah
Sehubungan dengan latar belakang tersebut, maka masalahnya akan dirumuskan secara terperinci untuk mempermudah dalam merumuskan tujuan penulisan yang hendak dicapai. Adapun rumusan masalah penulisan adalah sebagai berikut :
•Apa saja strategi dalam pembelajaran berbahasa lisan?
•Bagaimana penerapannya dalam kegiatan berbicara dan dramatisasi kreatif?
•Apa manfaat keterampilan berbahasa lisan?
3.Batasan Masalah
Dalam batasan masalah ini kami akan membatasi masalah dalam makalah yang kami buat tentang ruang lingkup kajian keterampilan berbahasa lisan.
4.Tujuan penulisan
Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah sebagai berikut:
•Untuk mengetahui strategi apa saja yang bisa dilakukan dalam pembelajaran berbahasa lisan.
•Untuk mengetahui penerapannya dalam kegiatan berbicara dan dramatisasi kreatif.
•Untuk mengetahui manfaat keterampilan berbahasa lisan.
5.Metode Penulisan
Dalam penulisan makalah ini kami sebagai penulis menggunakan metode daftar pustaka, mencari dari berbagai media, baik dari media elektronik maupun media cetak.
Pembahasan
Pengertian Strategi Pembelajaran.
Strategi digunakan untuk memperoleh kesuksesan atau keberhasilan dalam mencapai suatu tujuan.Strategi pembelajaran dapat diartikan sebagai perencanaan yang berisi tentang rangkaian kegiatan yang di desain untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. ( J.R. David dalam Sanjaya, 2008 ; 126).Selanjutnya dijelaskan strategi pembelajaran adalah sesuatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien. (Kemp dalam Sanjaya, 2008: 126).
Istilah strategi sering digunakan dalam banyak konteks dengan makna yang selalu sama. Dalam konteks pengajaran strategi bisa diartikan sebagai suatu pola umum tindakan guru-peserta didik dalam manifestasi aktivitas pengajaran (Ahmad Rohani,2004:32). Sementara itu,Joyce dan Well lebih senang memakai istilah model-model mengajar daripada menggunakan strategi pengajaran (Joyce dan Well dalam Rohani,2004: 33).
Nana Sudjana menjelaskan bahwa strategi mengajar (pengajaran) adalah “taktik” yang digunakan guru dalam melaksanakan proses belajar mengajar (pengajaran) secara lebih efektif dan efisien (Nana Sudjana dalam Rohani, 2004: 34). Jadi, menurut Nana Sudjana,strategi mengajar/pengajaran ada pada pelaksanaan, sebagai tindakan nyata atau perbuatan guru itu sendiri pada saat mengajar berdasarkan pada rambu-rambu dalam satuan pembelajaran.
Berdasarkan pendapat diatas dapat diambil kesimpulan bahwa strategi pembelajaran harus mengandung penjelasan tentang metode/prosedur atau teknik yang digunakan selama proses pembelajaran berlangsung.
Berbagai jenis strategi pembelajaran,yaitu Strategi deduktif dimulai dari penampilan prinsip-prinsip yang diketahui ke prinsip-prinsip yang belum diketahui. Sebaliknya, dengan strategi induktif, pembelajaran dimulai dari prinsip-prinsip yang belum diketahui. Strategi ekspositori langsung merupakan strategi yang berpusat pada guru. Guru menyampaikan informasi terstruktur dan memonitor pemahaman belajar,serta memberikan balikan.
Strategi belajar tuntas merupakan suatu strategi yang memberi kesempatan belajar secara individual sampai pebelajar menuntaskan pelajaran sesuai irama belajar masing-masing. Ceramah dan demonstrasi merupakan dua strategi yang pada hakikatnya sama, yaitu guru menyampaikan fakta dan prinsip-prinsip, namun pada demonstrasi sering kali guru menunjukkan (mendemonstrasikan) suatu proses.
Antara pertanyaan dan resitasi terdapat kesamaan yaitu, resitasi juga dapat berupa pertanyaan secara lisan. Praktik merupakan implementasi materi yang telah dipelajari, sedangkan drill dilakukan untuk mengulangi informasi sehingga pebelajar benar-benar memahami materi yang dipelajari. Reviu dilakukan untuk membantu guru menentukan penguasaan materi para pebelajar, baik materi untuk prasyarat maupun materi yang telah diajarkan. Bagi pebelajar, reviu berguna sebagai kesempatan untuk melihat kembali topik tertentu pada waktu lain.
Pengertian Berbicara.
Berbicara adalah bagian dari komunikasi lisan. Dalam setiap kegiatan berbicara selalu terlibat sejumlah faktor seperti :
a.Pembicara
b.Pembicaraan
c.Penyimak
d.Media
e.Sarana (penunjang)
f.Interaksi
Berbicara adalah keterampilan menyampaikan pesan melalui bahasa lisan.Kegiatan berbicara selalu diikuti oleh kegiatan menyimak. Bila penyimak dapat memahami pesan yang disampaikan oleh pembicara,maka terjadi komunikasi yang tepat.Setiap orang yang berbica didepan umum mempunyai tujuan tertentu.Tujuan berbicara dapat dibedakan atas lima golongan,yakni untuk :
a.Mendorong/menstimulasi
b.Meyakinkan
c.Menggerakkan
d.Menginformasikan
e.Menghibur
Tujuan dikatakan mendorong atau menstimulasi apabila pembicara berusaha memberi semanagt atau gairah hidup kepada pendengar.Reaksi yang diharapkan adalah menimbulkan inspirasi atau membangkitkan emosi para pendengar.Misalnya pidato Ketua Umum Koni dihadapan para atlet yang bertanding diluar negri bertujuan agar para atlit mempunyai semangat yang cukup tinggi dalam rangka membela negara.
Tujuan suatu uraian atau ceramah dikatakan meyakinkan apabila pembicara berusaha mempengaruhi keyakinan pendapat atau sikap para pendengar. Alat yang paling penting dalam uraian itu adalah argumentasi.Untuk itu diperukan bukti,fakta, dan contoh kongkret yang dapat memperkuat uraian untuk meyakinkan pendengar.Reaksi yang diharapkan adalah adanya penyesuaian keyakinan ,pendapat atau sikap atas persoalan yang disampaikan.
Tujuan suatu uraian disebut menggerakkan apabila pembicara menghendaki adanya tindakan atau perbuatan dari para pendengar.Misanya berupa seruan persetujuan atau ketidaksetujuan, pengumpulan dana,penandatanganan suatu resolusi,mengadakan aksi sosial.Dasar dari tindakan atau perbuatan itu adalah keyakinan yang mendalam atau terbakarnya emosi.
Tujuan suatu uraian dikatakan menginformasikan apabila pembicara ingin memberi informasi tentang sesuatu agar para pendengar dapat mengerti dan memahaminya. Misalnya,seorang guru menyampaikan pelajaran dikelas,seorang dokter menyampaikan kebersihan lingkungan,seorang polisi menyampaikan masalah tata tertib berlalu lintas dan sebagainya.
Tujuan suatu uraian dikatakan menghibur apabila pembicara berusaha menggembirakan atau menyenangkan para pendengarnya.Pembicaraan seperti ini biasanya dilakukan dalam suatu resepsi,ulang tahun, pesta atau pertemuan gembira lainnya.Humor merupakan alat yang paling utama dalam uraian seperti itu.Reaksi yang diharapkan adalah timbulanya rasa gembiira,senang,dan bahagia bagi para pendengar.
Tidak ada metode pembelajaran berbicara yang sempurna. Guru dituntut untuk mampu memilih dan menentukan metode yang paling sesuai dengan situasi yang dihadapinya di kelas. Adapun metode pembelajaran berbicara yang dapat dipilih adalah:
1. ulang-ucap;
2. lihat-ucapkan;
3. memerikan;
4. menjawab pertanyaan;
5. bertanya;
6. pertanyaan menggali;
7. melanjutkan cerita;
8. menceritakan kembali;
9. percakapan;
10. parafrase;
11. reka cerita gambar;
12. bercerita;
13. memberi petunjuk;
14. melaporkan;
15. bermain peran;
16. wawancara;
17. diskusi;
18. bertelepon;
19. dramatisasi.
Salah satu aspek yang penting adalah aspek berbicara. Dengan keterampilan berbicara siswa akan mampu mengekspresikan pikiran dan perasaan secara lisan dalam konteks dan situasi pada saat mereka sedang berbicara. Untuk meningkatkan keterampilan berbicara, perlu adanya pembelajaran yang sesuai, salah satunya adalah pembelajaran dramatisasi kreatif. Dengan pembelajaran dramatisasi kreatif diharapkan hasil ketrampilan berbicara siswa menjadi meningkat dan lebih baik.
Manfaat keterampilan bahasa lisan
Berbicara dan mendengarkan adalah dua jenis keterampilan berbahasa lisan yang sangat erat kaitannya.Berbicara bersifat produktif,sedangkan mendengarkan bersifat reseftif.Dalam pemerolehan atau belajar suatu bahasa, keterampilan berbahasa jenis reseftif tampak banyak mendukung pemerolehan bahasa jenis produktif.Dalam suatu peristiwa komunikaasi sering kali beberapa jenis keterampilan berbahasa digunakan secara bersama-sama guna mencapai tujuan komunikasi.
Ketermapilan berbahasa bermanfaat dalam melakukan interaksi komunikasi dalam masyarakat. Banyak profesi dalam kehidupan bermasyarakat yang keberhasilannya, antara lain bergantung pada tingkat ketermapilan berbahasa yang dimiliki oleh seseorang,misalnya profesi sebagai manager, jaksa, pengacara, guru dan wartawan.
Penutup
Kesimpulan
Strategi pembelajaran adalah cara-cara yang dipilih untuk menyampaikan materi pelajaran dalam lingkungan pengajaran tertentu, meliputi sifat, lingkup, dan urutan kegiatan yang dapat memberi pengalaman belajar kepada siswa. Strategi pembelajaran terdiri dari teknik (prosedur) dan metode yang akan membawa siswa pada pencapaian tujuan. Jadi, strategi lebih luas daripada metode dan teknik.
Ada empat jenis strategi pembelajaran berbahasa lisan,yaitu:
a. Strategi deduktif, dimulai dari penampilan prinsip-prinsip yang diketahui ke prinsip-prinsip yang belum diketahui.
b.Strategi induktif, pembelajaran dimulai dari prinsip-prinsip yang belum diketahui.
c.Strategi ekspositori langsung merupakan strategi yang berpusat pada guru. Guru menyampaikan informasi terstruktur dan memonitor pemahaman belajar,serta memberikanbalikan.
d.Strategi belajar tuntas merupakan suatu strategi yang memberi kesempatan belajar secara individual sampai pebelajar menuntaskan pelajaran sesuai irama belajar masing-masing.
Untuk meningkatkan keterampilan berbicara, perlu adanya pembelajaran yang sesuai, salah satunya adalah pembelajaran dramatisasi kreatif. Dengan pembelajaran dramatisasi kreatif diharapkan hasil ketrampilan berbicara siswa menjadi meningkat dan lebih baik.
Ketermapilan berbahasa bermanfaat dalam melakukan interaksi komunikasi dalam masyarakat. Banyak profesi dalam kehidupan bermasyarakat yang keberhasilannya, antara lain bergantung pada tingkat ketermapilan berbahasa yang dimiliki oleh seseorang,misalnya profesi sebagai manager, jaksa, pengacara, guru dan wartawan.
Saran
Guru tidak dapat melepaskan diri dari bantuan media dalam melakukan pembelajaran berbicara. Dengan dukungan media, guru berharap dapat menciptakan kondisi yang memungkinkan siswa untuk menerima pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang akan membentuk keterampilan berbicaranya.
Dalam kegiatan bermain peran, wawancara, diskusi, bertelepon, dan dramatisasi, misalnya guru dapat memanfaatkan media video untuk menampilkan model-model dari setiap kegiatan tersebut. Di samping itu, guru dapat memanfaatkan media gambar untuk kegiatan reka cerita gambar, memberi petunjuk, melaporkan, atau kegiatan lain yang membutuhkan bantuan konkretisasi.
Daftar Pustaka
Sumber dari buku :
Tarigan, Djago. (1991). Pendidikan Bahasa Indonesia 1. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Yetti Mulyati dkk. (2007). Keterampilan Berbahasa Indonesia SD. Jakarta: Universitas Terbuka.
Sumber dari internet :
http://www.slideshare.net/NASuprawoto/metodologi-pembelajaran-bahasa-indonesia
http://pustaka.ut.ac.id/website/index.php?option=com_content&view=article&id=149:pbin-4301-strategi-pembelajaran-bahasa-indonesia&catid=30:fkip&Itemid=75
http://library.um.ac.id/free-contents/index.php/pub/detail/peningkatan-ketrampilan-berbicara-melalui-pembelajaran-dramatisasi-kreatif-pada-siswa-kelas-v-sdn-menyarik-kecamatan-winongan-kabupaten-pasuruan-dwi-budiarti-47144.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar