Jumat, 16 Maret 2012

METODE BERNYANYI



1.      Pengertian Bernyanyi
Menurut Jamalus (1988 : 46) kegiatan bernyanyi adalah merupakan kegiatan dimana kita mengeluarkan suara secara beraturan dan berirama baik diiringi oleh iringan musik ataupun tanpa iringan musik. Bernyanyi berbeda dengan berbicara bernyanyi memerlukan teknik-teknik tertentu sedangkan berbicara tanpa perlu menggunakan teknik tertentu.
Bagi anak kegiatan bernyanyi adalah kegiatan yang menyenangkan bagi mereka, dan pengalaman bernyanyi ini memberikan kepuasan kepadanya. Bernyanyi juga merupakan alat bagi anak untuk mengungkapkan pikiran dan perasaannya.
2.      Kemampuan anak – anak bernyanyi
Secara umum kemampuan anak-anak bernyanyi dapat dibagi atas lima macam yaitu :
a. Mereka yang dapat bernyanyi tanpa bantuan. Yang termasuk
golongan ini adalah murid – murid yang dapat menyanyikan nada dengan tepat dan tetap, serta mau dan mampu bernyanyi sendiri.
b. Mereka yang dapat bernyanyi dengan bantuan. Ialah mereka yang
belajar bernyanyi secepat murid macam pertama yang telah disebutkan jika bernyanyi bersama-sama.
c. Mereka yang memulai atau mengakhiri lagu tidak tepat. Mereka
dapat bernyanyi dengan tinggi nada yang benar tetapi pada saat yang salah.
d. Mereka yang bernyanyi dalam oktaf yang salah. Mereka cenderung
menyanyikan melodi dengan nada satu oktaf lebih rendah dari tinggi nada yang sudah ditentukan.
e. Mereka yang bernyanyi kurang tepat dengan oktaf yang salah.
Murid-murid ini menghadapi dua masalah. Yang pertama mereka memulai atau mengakhiri lagu tidak pada waktu yang tepat, yang kedua mereka cenderung menggunakan suara rendah.


III. PEMBAHASAN
Bernyanyi merupakan suatu kegiatan membaca dan membunyikan nada-nada atau partitur musik dengan suara manusia secara baik dan benar. Untuk menjaga nada serta suara maka bernyanyi dapat dilakukan dengan bantuan musik pengiring, terutama bagi anak-anak. Banyak cara-cara serta langkah-langkah teknik dalam bernyanyi dimana hal tersebut sangat penting dipahami dan alangkah baiknya dapat dikuasai oleh seorang guru.

A. Dasar – dasar teknik dalam bernyanyi
Agar dapat bernyanyi dengan baik, hendaknya harus mempelajari dasar-dasar teknik bernyanyi yang mencakup sikap badan, pernafasan, pembentukan suara, artikulasi, dan resonansi.
1. Sikap Badan
Sebenarnya badan merupakan alat musik bagi seorang penyanyi, oleh sebab itu penyanyi haruslah selalu menjaga dan merawat instrumennya ini, yaitu badannya agar tetap sehat dan kuat. Sikap badan yang baik untuk bernyanyi adalah sebagai berikut :
1) Duduklah di kursi atau bangku agak ke pinggir bagian depan
dengan bobot badan bertumpu pada bagian bawah tulang pinggul.
2) Tarik dan regangkanlah tulang pinggang sehingga tegak lurus dan
otot perut agak dikencangkan sehingga tidak kendur.
3) Dada agak dibusungkan sehingga tulang rusuk terangkat, dan
rongga dada akan bertambah besar.
4) Tarik dan regangkanlah tulang tengkuk sehingga leher tegak lurus, dan posisi kepala juga lurus dengan pandangan lurus kedepan.
2. Pernafasan
Dalam pernafasan terdapat kerjasama otot-otot badan, yaitu otot dada, otot perut, dan sekat rongga badan atau diafragma.
1) Pernapasan dada
Pernapasan dada adalah pernapasan yang dilakukan dengan mengisi udara ke dalam paru-paru bagian atas. Akibatnya, dalam pernapasan ini bahu dan dada tampak dan terangkat ke atas. Pernapasan ini kurang baik bagi seorang penyanyi, karena paru-paru tidak diisi penuh oleh udara. Dari segi penampilan, sewaktu melakukan pernapasan akan terkesan tidak bagus karena dada dan bahu selalu terangkat sewaktu mengambil napas.
2) Pernapasan perut
Pernapasan perut adalah pernapasan yang terjadi karena gerakan perut yang menggembung. Rongga perut menjadi besar, sehingga udara dari luar dapat masuk. Pernapasan ini juga tidak baik untuk seorang penyanyi, karena otot perut tidak akan kuat lama menahan udara yang telah dihirup. Akibatnya penyanyi akan cepat merasa lelah.
3) Pernafasan diafragma
Pernapasan diafragma adalah pernapasan yang paling ideal untuk seorang penyanyi. Diafragma lebih kuat menahan napas. Sekat rongga badan (diafragma) terletak membatasi rongga dada dan perut, pada waktu istirahat melengkung ke atas, sebagian masuk ke dalam dada.
3. Pembentukan Suara
Salah satu cara untuk mendapatkan suara yang bulat itu adalah sebagai berikut:
a. Ucapkan A dengan membuka mulut dan menurunkan rahang bawah. Bagian belakang mulut akan terbuka, dan bagian depan mulut pun terbuka pula.
b. Ucapkan O juga dengan menurunkan rahang bawah. Bagian depan mulut terbuka, akan tetapi tenaga bibir atas dan bawah berbentuk bulat.
c. Dengan bentuk mulut untuk ucapan O ini, ucapkanlah A. Dengan demikian bagian belakang mulut terbuka sehingga dapat mengeluarkan bunyi vokal A yang penuh dan bulat.
4. Artikulasi
Artikulasi suara adalah cara mengucapkan kata-kata sambil bersuara. Dan meningkatkan artikulasi yang jelas artinya meningkatkan cara pengucapan kata-kata agar mudah di mengerti. Pengertian serupa juga diterangkan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, dinyatakan bahwa artikulasi adalah bunyi bahasa yang terjadi karena gerakan alat ucap.
5. Resonansi
Resonansi adalah ikut bergetarnya sebuah benda lain akibat getaran benda yang utama. Bila dikaitkan dengan dengan suara manusia, maka suara yang dihasilkan oleh pita suara akan diperkuat oleh udara yang ada di dalam rongga dan dinding-dinding resonansi itu sendiri berupa getaran-getaran pada tulang rongga resonansi tersebut. Yang termasuk suara resonansi adalah rongga tenggorokan, rongga mulut, rongga hidung, dan rongga dada.
B. Panduan dalam bernyanyi
Dalam bernyanyi sebaiknya kita perlu mengetahui hal-hal dalam bernyanyi, diantaranya adalah :
1. Pengetahuan tentang nada atau paham dengan nada
Pengetahuan tentang nada merupakan indikator yang penting bagi siswa yang akan melakukan pembelajaran bernyanyi, terutama untuk mengetahui wilayah nada atau rentang nada yang dimiliki. Dengan mengetahui wilayah nada, maka seseorang dapat menentukan dimana nada dasar yang cocok dalam membawakan sebuah lagu.
2. Memahami tempo atau ketukan lagu
Dalam hal ini seorang yang akan bernyanyi apabila tidak paham dan tidak dapat mengikuti tempo serta ketukan lagu yang akan dinyanyikan otomatis tidak akan terjadi harmonisasi antara si penyanyi dengan musiknya.
3. Pendengaran yang baik
Indera pendengaran yaitu telinga sangat berpengaruh terhadap seseorang yang akan bernyanyi, karena apabila seseorang tersebut memiliki pendengaran yang kurang bagus otomatis lagu yang akan dinyanyikan pun akan terdengar tidak bagus disebabkan penyanyi tidak dapat mengikuti tempo dan mengetahui nada dari suatu lagu tersebut.
Latihan pendengaran bertujuan untuk menimbulkan kepekaan pendengaran penyanyi terhadap pitch nada yang berasal dari sebuah alat musik yang standar.
4. Memahami pitch yang tepat
Pitch adalah tingkat ketinggian nada yang sesuai dengan patokan tinggi rendah nada yang sudah baku atau standar. Maka pitch nada yang standar biasanya terdapat pada alat musik yang sudah memiliki nada-nada yang absolut (tone yang tak berubah-ubah).
Suatu lagu yang dinyanyikan atau dimainkan dengan intonasi yang tepat, artinya nada-nada yang dibunyikan dengan pitch yang tepat. Bunyi nada yang tepat akan menghasilkan suara yang jernih, nyaring serta enak didengar.
5. Memahami pernapasan dalam bernyanyi
Pernapasan dalam bernyanyi berbeda dengan pernapasan untuk keperluan berbicara sehari-hari. Karena pernapasan untuk keperluan bernyanyi harus dipikirkan sesuai kebutuhan bernyanyi dengan volume udara yang dihirup.
Selain itu pernapasan dalam bernyanyi dilakukan dengan menghirup udara sebanyak-banyaknya dan secepat-cepatnya kemudian berhenti sejenak setelah itu dikeluarkan perlahan-lahan dan hemat.
Di dalam bernyanyi kita perlu melakukan persiapan sebelum bernyanyi diantaranya adalah sebagai berikut :
a) Sebelum bernyanyi terlebih dahulu kita memperhatikan posisi dalam bernyanyi, yaitu posisi yang bagus adalah dengan berdiri tegak.
b) Melakukan latihan-latihan yang bertujuan untuk pembentukan suara dan melatih keluwesan pita suara.
Latihan 1
Do = C, Cis, D, Dis, E, F, Fis, G
1 2 3 4 5 4 3 2 1 2 3 4 5 4 3 2
Na Na Na Na Na Na Na Na Na Na Na Na Na Na Na Na
Ma Ma Ma Ma Ma Ma Ma Ma Ma Ma Ma Ma Ma Ma Ma Ma
1 . 0 0
Na Na Na Na
Ma Ma Ma Ma
Latihan 2
Do = C, B, Bes, A, As, G
5 4 3 2 1 2 3 4 5 4 3 2 1 2 3 4
No No No No No No No No No No No No No No No No
Yo Yo Yo Yo Yo Yo Yo Yo Yo Yo Yo Yo Yo Yo Yo Yo
5 . 0 0
No No No No
Yo Yo Yo Yo
Latihan 3
Do = C, Cis, D, Dis
1 3 2 4 3 5 4 2 1 . 0 0
Mi Mi Mi Mi Mi Mi Mi Mi Mi Mi Mi Mi
Latihan 4
Do = G, A, B, C, D
1 0 3 0 5 0 1 0 5 0 3 0 1 0 3 0 5 0
Na Na Na Na Na Na Na Na Na
1 0 5 0 3 0 1 . 0
Na Na Na Na




Selain itu ada juga beberapa hal yang harus diperhatikan sewaktu kita bernyanyi yang tujuannya agar dalam bernyanyi akan didapatkan suara yang baik dan bagus.
a. Bernyanyi dapat dilakukan sambil duduk atau berdiri. Namun untuk mencapai keleluasaan bergerak, maka sebaiknya bernyanyi dilakukan dalam keadaan berdiri.
b. Baik dalam keadaan berdiri maupun duduk, posisi badan harus tetap tegak dengan memperhatikan posisi tulang punggung.
c. Pada saat bernyanyi, kepala hendaknya direndahkan sedikit kearah muka. Dengan demikian urat-urat leher tidak akan menjadi tegang saat bernyanyi.
d. Pada saat bernyanyi mesti diperhatikan tata gerakan tubuh yang tidak berlebihan. Untuk menyalurkan berat badan agar seimbang hendaknya kedua belah kaki sedikit agak direngganggakan satu sama lainnya.
e. Lakukanlah bernyanyi dalam keadaan santai dengan cara membuang semua beban yang tidak perlu, baik beban yang bersifat jasmani (lesu, lelah, lapar, dan lain sebagainya) maupun beban yang bersifat rohani (takut, tegang dan lain sebagainya).
C. Meningkatkan kemampuan anak bernyanyi
1. Sebelum mulai bernyanyi bersama perlu diprhatikan bahwa semua murid telah menyamakan nadanya dengan tepat.
2. Pertahankan agar semua murid selalu menggunakan suara register kepala.
3. Perhatikan agar murid selalu bernyanyi dengan sikap yang baik.
4. Usahakan agar murid bernyanyi, dan tiap murid ikut bernyanyi dalam kegiatan bernyanyi bersama.
5. Berilah kesempatan kepada murid yang belum tepat suaranya.
D. Kiat dalam bernyanyi
Beberapa kiat dalam bernyanyi yang direkomendasikan oleh pakar bidang vokal :
1. Janganlah memaksakan diri untuk menyanyikan nada-nada tinggi yang belum dikuasai.
2. Jangan membiasakan diri meminum es, khususnya pada saat sebelum ataupun sesudah bernyanyi.
3. Jangan memaksakan diri untuk tetap bernyanyi waktu sedang sakit.
4. Makanan-makanan berminyak, pedas-pedas cukup dihindarkan 3 sampai 4 jam sebelum bernyanyi, termasuk minum kopi alkohol dan merokok.
5. Minum segelas air dingin pada pagi hari dan senam sambil menghirup udara pagi sedalam-dalamnya sangat membantu bagi kejernihan suara.
6. Untuk meringankan suara serak dapat dilakukan dengan air liur kita sendiri.
7. Janganlah bernyanyi dengan perut kosong sama sekali atau sangat kenyang, karena akan mempengaruhi kekuatan diafragma.
8. Berusahalah untuk bernyanyi dengan gembira, bebas tanpa ketegangan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar